4 Cara Mudah Membedakan Upskilling dan Reskilling

Terdapat perbedaan antara upskilling dan reskilling meskipun istilahnya cukup mirip. Penting untuk membedakannya saat membuat program pelatihan untuk karyawan karena keduanya memiliki tujuan berbeda, yang satu berkaitan dengan mempelajari keterampilan dan kompetensi baru, yang lain biasanya melibatkan pergeseran lintasan karir.
Kebutuhan upskill dan reskill dimulai dari perubahan signifikan terhadap teknologi, ekonomi, dan lingkungan membuat kompetensi keterampilan meningkat selama beberapa tahun terakhir. Tidak hanya manfaat yang dapat dirasakan tetapi juga permasalahan yang juga bermunculan akibat adanya berbagai perubahan tersebut. Hal ini diperparah dengan adanya pandemi COVID-19 yang memberikan tekanan besar pada perusahaan. Kesenjangan keterampilan semakin meluas antar karyawan sampai banyak yang pada akhirnya harus menganggur. Bukan hanya perusahaan, karyawan juga turut merasakan dampak dari perubahan pada lingkungan kerja yang membuat mereka perlu meningkatkan kegesitan dan kemampuan adaptasi secara cepat. Setiap perusahaan harus mempertimbangkan pendekatan pelatihan dan pengembangan karyawannya secara hybrid yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan bersama. Hal ini akan berpengaruh pertumbuhan perusahaan.
Baca juga: Hyflex Training – Solusi All-in-One untuk Perusahaan
Namun saat ini HR lebih sering berfokus pada upskilling (peningkatan keterampilan) saja untuk memaksimalkan kemampuan karyawan internalnya dan mengurangi pergantian atau turnover. Hal ini jelas perlu menjadi perhatian karena sebenarnya reskilling (pelatihan kembali) juga sama pentingnya untuk keberhasilan jangka panjang. Reskilling dapat memberikan kesempatan bagi karyawan untuk beradaptasi pada perubahan secara cepat agar mampu berperan secara maksimal dalam perusahaan. Program pelatihan keterampilan yang baik dapat membuka peluang yang besar bagi perusahaan untuk berkembang dan menghadapi berbagai tantangan. Tren elearning (pelatihan online) yang semakin populer belakangan ini dianggap menjadi solusi yang efektif untuk pengembangan karyawan perusahaan.
Baca juga: 7 Cara eLearning Meningkatkan Revenue Dengan Contoh Praktis
Pengertian Upskilling dan Reskilling
Upskilling mengacu pada karyawan yang mempelajari keterampilan tambahan agar lebih siap untuk melakukan pekerjaannya. Dalam hal ini, karyawan sudah memiliki pengetahuan dasar yang kuat dan hanya perlu mempelajari beberapa keterampilan lagi untuk melakukan pekerjaannya dengan lebih baik. Dengan kata lain, upskilling membantu untuk menutup kesenjangan bakat di perusahaan. Umumnya, dalam upskilling, karyawan hanya meningkatkan kinerja mereka saat ini dalam peran yang sama tanpa ada perubahan posisi atau jenjang karir. Upskilling dapat berupa program pelatihan, mentoring, dan microlearning. Melalui upskilling, perusahaan tidak perlu mengeluarkan uang atau waktu untuk merekrut karyawan baru karena perusahaan hanya perlu meningkatkan kemampuan karyawan yang sudah ada.
Sedangkan reskilling mengacu pada karyawan yang mempelajari serangkaian keterampilan baru untuk melakukan pekerjaan yang berbeda.
Reskilling karyawan dilakukan perusahaan saat tidak lagi membutuhkan keterampilan atau tertentu atau saat peran karyawan sudah tidak relevan tetapi perusahaan ingin mempertahankan karyawan tersebut. Dalam kasus seperti itu, karyawan tersebut memungkinkan untuk dipindah ke area lain dan karyawan tersebut tentu akan membutuhkan keterampilan baru yang berbeda agar dapat bekerja dengan baik dalam peran barunya.
Perbedaan Upskilling dan Reskilling
Perbedaan utama antara reskilling dan upskilling adalah bahwa upskilling berkaitan dengan seorang karyawan yang memperoleh keterampilan baru agar lebih siap untuk melaksanakan pekerjaannya saat ini. Di sisi lain, reskilling mengacu pada seseorang yang mempelajari kemampuan baru yang diperlukan untuk menjalankan karir tertentu.
Selanjutnya, muncul pertanyaan-pertanyaan baru seperti manakah langkah yang tepat untuk perusahaan berdasarkan kebutuhan dan tujuannya? Opsi mana yang dapat membantu perusahaan mencapai hasil bisnis yang diinginkan melalui pelatihan? Pendekatan mana yang terbaik untuk strategi perusahaan?
Upskilling dan reskilling masing-masing memiliki peran yang berbeda. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut kembali lagi pada tujuan perusahaan itu sendiri, misalnya rencana untuk 5 tahun ke depan. Maka dari itu penting untuk mengeksplor antara reskilling dan upskilling secara mendalam. Berikut ini 4 perbedaan upskilling dan reskilling untuk merancang strategi pelatihan dan pengembangan karyawan agar dapat menentukan metode yang sesuai untuk masa depan perusahaan
- Konsentrasi
Upskilling berkonsentrasi pada pengembangan keterampilan baru untuk peran yang sama tanpa melatih untuk mengambil peran lain. Upskilling hanya memberi karyawan sarana dan prasarana pelatihan yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka saat ini dengan lebih efektif, efisien, atau dengan cara yang lebih modern. Sedangkan reskilling berkonsentrasi pada persiapan karyawan untuk peran yang berbeda dari saat ini. Reskilling memberi karyawan pelatihan yang mereka butuhkan untuk menjalankan fungsi peran barunya di perusahaan. - Waktu penerapan
Upskilling biasanya digunakan untuk membantu menyesuaikan karyawan saat dengan perubahan baru di industri perusahaan misalnya implementasi teknologi baru. Sedangkan reskilling dapat dilakukan pada beberapa situasi, salah satu yang paling umum adalah keinginan untuk mempertahankan karyawan yang andal dan berkinerja tinggi yang perannya sudah tidak relevan atau bisa dibilang sudah kuno. - Perubahan karir
Upskilling biasanya tidak melibatkan perubahan karir karena pelatihan karyawan berada pada ruang lingkup peran yang sama. Kompetensi karyawan terhadap pekerjaannya tidak tetap stagnan dari waktu ke waktu, jadi keahlian karyawan juga tidak bisa stagnan. Upskilling membantu karyawan agar dapat berhasil dalam pekerjaannya saat ini tanpa ada perpindahan posisi. Sedangkan reskilling melibatkan perubahan karir karena karyawan belajar mengenai keterampilan pada peran yang berbeda dari sebelumnya seperti pemindahan dari satu departemen ke departemen lain. - Contoh penerapan
Implementasi teknologi baru biasanya menjadi alasan yang umum digunakan untuk meningkatkan keterampilan karyawan perusahaan. Karyawan yang berpengalaman di sebuah perusahaan mungkin perlu mempelajari keterampilan digital untuk beradaptasi dengan perubahan. Contohnya, seorang eksekutif pemasaran sudah memiliki pengalaman tiga puluh tahun, tetapi itu tidak berarti mereka memahami cara mengelola alat CRM baru. Jadi, perusahaan melakukan pelatihan pada karyawan tersebut seperti dalam bentuk kursus sertifikasi online, mengajari mereka keterampilan SEO dan pemasaran digital. Strategi tersebut adalah upskilling. Kemudian contoh berikutnya, kebutuhan tenaga penjualan mungkin mengharuskan perusahaan untuk memindahkan beberapa karyawannya ke dalam peran dukungan penjualan. Jika perusahaan ingin mempertahankan karyawan tertentu, alih-alih melalui PHK dan mempekerjakan staf penjualan baru, perusahaan memberikan pelatihan kepada karyawan yang sudah ada untuk perubahan pekerjaan. Strategi tersebut adalah reskilling.
Kunci untuk memilih kandidat untuk reskilling adalah dengan memeriksa karyawan yang keahliannya saat ini berhubungan dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk posisi baru. Contohnya, jika seorang karyawan memiliki spesialis entri data dengan keterampilan teknis yang kuat, perusahaan dapat memilih untuk menjadi kandidat karyawan reskilling dengan peran analis data. Spesialis entri data perlu mempelajari perangkat lunak pelaporan atau SQL untuk mengambil peran baru ini namun, keakraban mereka dengan struktur dan penyimpanan database, yang diperolehnya dari waktu mereka sebagai spesialis entri data, hal tersebut akan membantu mereka dalam mempelajari keterampilan baru ini.
Singkatnya, upskilling dan reskilling dapat memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan agar tetap kompetitif. Keduanya membantu menjembatani kesenjangan keterampilan di perusahaan. Namun, ada perbedaan yang jelas antara upskilling dan reskilling. Strategi-strategi ini dapat membantu perusahaan dalam retensi karyawan, meningkatkan moral karyawan, dan menciptakan rasa memiliki di antara karyawan. Mereka juga dapat meningkatkan produktivitas di tempat kerja.
Itulah perbedaan utama antara reskilling dan upskilling. Dapat diketahui bahwa peningkatan keterampilan dan kemampuan karyawan sangat penting untuk dilakukan. Hal ini dapat melalui pelatihan yang dilakukan perusahaan, baik dalam bentuk pelatihan on-site maupun konten microlearning yang disediakan oleh SUNEDU.ID. Layanan dari SUNEDU.ID membantu Anda dalam meningkatkan keterampilan karyawan perusahaan Anda. Hubungi kami untuk konsultasi kebutuhan e-learning berdasarkan pengalaman SUNEDU.ID. sekarang!


