← Kembali ke blog

4 Cara Gamifikasi dan AI Dapat Meningkatkan Pelatihan Karyawan

Gamifikasi dan AI

Di era digital ini, perusahaan atau organisasi memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan proses kinerja mereka. Terutama jika pekerjaan tersebut melakukan tugas yang repetitif dan membutuhkan waktu, seperti pelatihan karyawan. Teknologi AI mampu membantu trainer untuk membuat materi pelatihan yang dipersonalisasikan kepada setiap karyawan, dengan ini akan meningkatkan produktivitas mereka. Meskipun demikian, hal tersebut belum tentu menarik perhatian karyawan sepenuhnya apabila konten materi membosankan. Untuk permasalahan inilah, gamifikasi mulai diterapkan pada pelatihan.

Apa Itu Gamifikasi?

Pada dasarnya gamifikasi adalah istilah ‘belajar sambil bermain’, yaitu menerapkan elemen permainan atau game untuk meningkatkan pembelajaran terhadap suatu materi. Hal ini bertujuan untuk membuat pelatihan menjadi lebih menyenangkan dan interaktif, dimana inti materi tersebut akan mudah diingat oleh karyawan.

Gamifikasi juga mampu meningkatkan motivasi para karyawan karena adanya sifat kompetitif yang umumnya diterapkan dalam game. Misalnya ketika mereka berhasil menyelesaikan suatu misi, mereka akan lebih semangat untuk melakukan misi sampai misi terakhir, atau mereka akan berlomba untuk meraih nilai yang tertinggi diantara karyawan lainnya.

Dengan menerapkan gamifikasi, trainer dapat menanamkan skill atau keterampilan dengan cara yang unik dan berkesan bagi karyawan.

Strategi Gamifikasi pada Pelatihan Karyawan

Terdapat beberapa strategi gamifikasi yang bisa diterapkan pada pelatihan karyawan:

  • Misi/Tujuan Reguler
    Karyawan akan diberikan misi atau tujuan secara reguler pada setiap sesi pelatihan. Misi-misi ini menganjurkan karyawan untuk memahami setiap materi yang diajarkan daripada memahami keseluruhan materi secara garis besarnya saja. Contohnya trainer dapat memberikan kuis per minggu untuk me-review pengetahuan karyawan terkait materi yang diajarkan pada minggu tersebut.
  • Papan Peringkat
    Trainer dapat membuat papan peringkat nilai-nilai karyawan setelah menyelesaikan suatu game. Hal ini akan menimbulkan lingkungan kompetitif yang sehat, dimana para karyawan dapat membandingkan nilai untuk mengetahui bagian materi yang harus ditingkatkan.
  • Tantangan 
    Memberi tantangan akan meningkatkan keterlibatan karyawan terhadap pelatihan. Tantangan dapat berupa mencari solusi untuk suatu masalah atau bagaimana para karyawan dapat bekerjasama untuk meraih suatu tujuan. Contohnya menganalisa studi kasus atau menyelesaikan puzzle.
  • Penghargaan
    Sebagai tanda apresiasi kerja keras karyawan, ada baiknya jika mereka diberi penghargaan. Penghargaan yang dimaksud bukan penghargaan yang fisik, tetapi dalam bentuk digital dalam game. Contohnya karyawan dapat mengumpulkan medali (badges) digital ketika menyelesaikan suatu materi pelatihan. Hal ini akan menjaga motivasi mereka dalam mengikuti pelatihan.

Tentunya strategi gamifikasi tidak terbatas dalam 4 hal itu saja. Perusahaan atau organisasi dapat mencari desainer game apabila ingin membuat gamifikasi dengan kebutuhan yang spesifik.

Gamifikasi dan AI

Peran AI dalam gamifikasi adalah untuk membuat game yang dipersonalisasikan kepada setiap karyawan berdasarkan data yang dikumpulkan oleh AI. Gamifikasi akan menyesuaikan preferensi dan kebutuhan setiap individu, sehingga karyawan menjadi lebih imersif terhadap pelatihan.

Contohnya perusahaan atau organisasi dapat menggunakan AI untuk mempersonalisasi tantangan yang semakin sulit seiring karyawan berkembang, atau memberi penghargaan yang berubah berdasarkan perilaku karyawan.

AI juga dapat meningkatkan aspek sosial gamifikasi untuk menciptakan interaksi yang positif antara karyawan. Dengan menganalisa perilaku dan hubungan sosial mereka, AI dapat merekomendasikan rekan kerja atau karyawan lain yang memiliki minat atau tingkat keterampilan yang sama. Hal ini mendorong karyawan untuk berkolaborasi, sehingga dapat menumbuhkan rasa kebersamaan mereka.

Manfaat Gamifikasi dan AI

Beberapa manfaat dalam menerapkan gamifikasi dengan AI diantaranya:

  • Meningkatkan Efisiensi
    Hal ini merupakan alasan utama mengapa perusahaan atau organisasi mulai menggunakan teknologi AI. Apapun bidang bisnisnya, AI dapat meningkatkan efisiensi proses kinerja, termasuk gamifikasi. Dalam hal ini, gamifikasi akan menjadi lebih personal dan ‘pintar’ untuk pelatihan karyawan.
  • Mengurangi Repetisi
    Karyawan cepat merasa bosan apabila gamifikasi memberikan tugas yang repetitif. Untuk ini AI meningkatkan proses gamifikasi dengan merancang solusi unik berdasarkan situasi tersebut, yang berarti karyawan tidak akan mengalami dua proses yang sama.
  • Menjaga Faktor “Keseruan” (Fun Factor)
    Seiring berkembangnya teknologi, apa yang kita anggap seru di zaman dahulu sudah tidak seru lagi saat kini. Oleh karena itu gamifikasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, dan hal ini dapat dilakukan dengan AI. Berdasarkan analisis data yang dilakukan AI, trainer dapat menambahkan elemen gamifikasi yang mungkin seru dan cocok untuk karyawan.

Gamifikasi dan AI dapat membantu perkembangan karyawan dengan cara yang menyenangkan. Dengan ini, karyawan tidak merasa terbebani atau terpaksa dalam mengikuti suatu pelatihan. Segera hubungi SUNEDU.ID jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut bagaimana gamifikasi dan AI dapat mempengaruhi pelatihan karyawan perusahaan atau organisasi Anda.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments