← Kembali ke blog

3 Ciri Bite-Sized Learning atau Microlearning: Kecil, Pendek, dan Fokus

Bite-sized Learning

Saat makan, kita tidak ingin dipenuhi dengan banyak makanan yang sulit dicerna oleh perut. Kita juga akan memilih saat-saat kapan kita lapar, kenyang, dan siap untuk makan lagi. Sama halnya dengan belajar, kita juga akan memiliki waktu tertentu yang mempengaruhi tingkat kefokusan terhadap hal yang sedang dipelajari. Hal ini berhubungan dengan fisiologi otak manusia yang mempengaruhi lamanya waktu seseorang dapat berkonsentrasi pada aktivitas tertentu. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan konsentrasi rata-rata manusia kini telah menurun dari 12 menjadi sekitar 8 detik yang sebagian disebabkan berkat dominasi perangkat seluler.

Lalu, bagaimana dengan tingkat fokus karyawan dalam menerima pelatihan? Microlearning atau Bite-Sized Learning adalah solusi untuk mengatasi tingkat fokus karyawan yang menurun sekaligus strategi pembelajaran yang dapat diterapkan saat memberikan pelatihan kepada karyawan. Bite-sized learning merupakan metode penyampaian konten dalam potongan-potongan kecil yang terfokus dan dirancang untuk memberikan kemudahan mencerna informasi. Tujuannya tidak hanya untuk melibatkan karyawan dalam kegiatan pelatihan secara efektif tetapi juga untuk membantu menyimpan pengetahuan dan informasi yang diterima dalam memori jangka panjang. Jadi konsepnya adalah  tetap kecil, pendek dan fokus. Hal ini merupakan langkah mikro yang akan menghasilkan hasil makro.

Definisi Bite-Sized Learning secara lebih mendalam adalah strategi pelatihan yang menggunakan serangkaian segmen konten pendek yang dikombinasikan dengan aktivitas singkat, dan juga biasa dikenal dengan istilah microlearning. Gagasan bite-sized learning berasal dari gigitan sebagai sebuah potongan yang kecil, bagian materi secara keseluruhan, dan  terencana dengan baik. 

Manfaat Bite-Sized Learning

Bite-sized learning atau microlearning dipercaya memiliki manfaat yang sangat nyata. Berikut adalah beberapa keuntungan menerapkan bite-sized learning di lingkungan kerja

  1. Pembelajaran kapan dan di mana saja yang ringkas dan menarik
    Dominasi perangkat seluler menjadi hal yang dapat dipertimbangkan dalam kebutuhan pelatihan dan preferensi pembelajaran karyawan yang sebelumnya tradisional menjadi ke arah yang lebih modern. Saat ini, karyawan memelukan kemudahan mengakses pelatihan kapan dan di mana saja yang menurut mereka nyaman, baik dari meja kerja, kantor di rumah, atau moda transportasi saat menuju rumah. Bite-sized learning memungkinkan pembelajaran yang dapat disampaikan secara digital melalui platform yang dioptimalkan untuk perangkat seluler. Bentuk  bite-sized learning dapat berupa video pelatihan yang singkat atau kuis yang memungkinkan partisipasi pelatihan secara ringan, singkat namun substansial.
  2. Pengetahuan real time dan long term
    Ketika pembelajaran tersedia dalam porsi kecil dan mudah diakses, karyawan dapat memanfaatkannya untuk pembelajaran atau pelatihan yang tepat pada saat dibutuhkan. Pembelajaran kontekstual ini juga meningkatkan retensi pembelajaran karyawan, dan memberikan tingkat nilai dan relevansi yang jauh lebih tinggi. Menurut Teori Proses Informasi George Miller, rentang perhatian dan memori jangka pendek terbatas pada pemrosesan informasi dalam potongan-potongan. Hal ini mendukung pembagian konten menjadi bagian-bagian kecil yang dapat dikelola. Teknik bite-sized learning membuat pelatihan dan pembelajaran lebih mudah diatur dan diintegrasikan ke dalam memori jangka panjang. Setelah berada dalam memori jangka panjang, karyawan dapat mengingatnya dan mentransfer pengetahuan tersebut ke tugas sehari-hari mereka.
  3. Penghematan biaya pelatihan
    Pelatihan merupakan hal yang penting untuk dilakukan perusahaan. Bite-sized learning memudahkan karyawan memperoleh pembelajaran kecil-kecilan sesuai kebutuhan di waktu senggang seperti pada awal atau akhir hari. Hal ini akan memaksimalkan efektivitas dan efisiensi pemanfaatan waktu yang dimiliki karyawan. Selain itu metode bite-sized learning juga memanfaatkan secara maksimal pasang-surut energi karyawan. Memecah materi pelatihan menjadi potongan-potongan kecil  juga dapat mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk mengembangkan materi kursus yang panjang dan kompleks tanpa jeda.

Cara Implementasi Bite-Sized Learning

Setelah mengetahui berbagai manfaat dari bite-sized learning atau microlearning, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara untuk mengimplementasikan bite-sized learning sebagai langkah yang strategis untuk perusahaan? Berikut ulasanannya

  1. Atur visi dan misi dari pelatihan
    Mengatur tujuan pelatihan dapat melampaui tujuan penerapan bite-sized learning untuk karyawan yang mencakup cara belajar, kemampuan untuk menerapkan konsep ke konteks lain, dan banyak lagi.
  2. Breakdown konten pelatihan
    Cara berikutnya dalam penerapan bite-sized learning adalah pemecahan konten menjadi bagian-bagian kecil atau chunking. Materi pelatihan dapat didistribusikan ke dalam beberapa sesi pendek dengan jarak tertentu. Elemen utama materi pelatihan dalam bite-sized learning di antaranya: fokus satu tujuan pembelajaran mikro tertentu, kegiatan mikro yang dapat diikuti dengan pemeriksaan pemahaman singkat atau kuis mini, serta total waktu untuk menyelesaikan satu unit pembelajaran mikro. Aktivitas mikro biasanya membutuhkan waktu sekitar 3-5 menit bagi karyawan untuk menyelesaikannya. Perancangan materi konten dengan cara ini lebih mendorong fokus karyawan pada informasi yang paling penting dan harus diketahui.
  3. Buat kegiatan yang menarik
    Kegiatan bite-sized learning dapat berupa berpikir kritis, berpikir kreatif, pemecahan masalah, penilaian, dan banyak lagi. Penilaian di sini harus “untuk pelatihan” bukan “pembelajaran”. Ini berarti bahwa penilaian yang diberikan bertujuan untuk membantu karyawan meningkatkan pembelajaran mereka dan menjadi lebih baik. Penilaian ini dapat bersinggungan dengan kegiatan kelas, atau tidak namun tetap harus bermakna, menantang, dan merangsang umpan balik. Umpan balik penting pada tahap ini untuk memperkuat kemampuan, mengukur tingkat pemahaman, dan  memperbaiki pelatihan di masa depan.

Bite-sized learning/microlearning berfokus pada pemenuhan kebutuhan pelatihan secara modern. Ini sangat sesuai dengan gaya hidup yang informatif dan kompetitif. Bite-sized learning memungkinkan karyawan untuk mengakses potongan kecil informasi di ujung jari mereka, kapan saja dan di mana saja. Tidak ada lagi pelatihan panjang, membosankan dan jadwal yang kaku. Sekarang semua dapat belajar di waktu luang mereka dan hanya mempelajari apa yang mereka minati. Terapkanlah bite-sized learning pada perusahaan Anda untuk mebuat informasi yang lebih bermakna dan efektif. Kabar baiknya, bite-sized learning sangat mudah diproduksi dan tidak memerlukan pemeliharaaan yang rumit. Untuk mengetahui kiat praktik terbaik dalam implementasi bite-sized learning di perusahaan anda, Kunjungi halaman web Sunedu.id dan  hubungi kami untuk cari tahu bagaimana Sunedu.id dapat membantu Anda menghasilkan bite-sized learning yang efektif untuk bekerja dengan pembelajaran mikro atau strategi pelatihan perusahaan Anda.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments