← Kembali ke blog

Pengertian SCORM pada LMS

pengertian SCORM

Dewasa ini, sarana pembelajaran tidak lagi hanya dapat dilakukan secara tatap muka. Berkat perkembangan teknologi dan internet, pembelajaran dapat dilakukan secara online dari mana saja dan kapan saja. Salah satu caranya adalah melalui LMS, yang mana merupakan aplikasi software yang digunakan untuk e-learning dan pelatihan. Agar sebuah konten bisa menjadi interaktif dan dapat digunakan pada berbagai LMS, penggunaan SCORM dapat dimanfaatkan. Apa itu SCORM?

Pengertian SCORM

SCORM merupakan singkatan dari Shareable Content Object Reference Model. Hal ini merupakan seperangkat standar teknis untuk produk software e-learning. Standar ini merupakan standar internasional yang digunakan oleh pemrogram untuk membuat kode-kode agar dapat digunakan dengan software e-learning manapun. SCORM mengatur konten e-learning dan LMS agar dapat berkomunikasi dengan satu sama lain.

Sebagai analogi, kita dapat melihat DVD. Saat membeli kaset DVD, kita tidak perlu memeriksa apakah kaset tersebut dapat digunakan pada DVD player kita karena semua kaset DVD sudah diproduksi dengan standar khusus. Tanpa standar ini, kaset DVD harus disesuaikan dengan merek DVD player yang dimiliki.

Terdapat lima versi dari SCORM itu sendiri, yaitu SCORM 1.1, SCORM 1.2, SCORM 2004 2nd Edition, SCORM 2004 3rd Edition, dan SCORM 2004 4th Edition. Versi-versi ini harus disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan konten atau dengan LMS-nya itu sendiri. Saat ini, versi yang paling sering digunakan adalah SCORM 1.2 dan SCORM 2004 3rd Edition.

SCORM memiliki beberapa manfaat saat diaplikasikan, yaitu:

  1. Kompatibilitas
    Kebanyakan LMS sudah mengenali kursus SCORM, sehingga tidak perlu khawatir konten tidak terbaca di LMS.
  1. Saving Progress
    Saat digunakan, seluruh mata pelajaran tidak harus dikerjakan sekaligus, namun dapat dikerjakan satu per satu. Jika murid memerlukan waktu istirahat, pelajaran dapat langsung dilanjutkan dari titik terakhir dikerjakan seperti sebuah check point. Hal ini pun juga akan berguna jika terdapat masalah dengan sistemnya.
  1. Feedback
    Setelah menyelesaikan sebuah kursus, murid dapat memperoleh nilai dan melihat progress pembelajarannya. Selain itu, status ‘kursus selesai’ pun akan didapatkan setelah menyelesaikan sebuah kursus.
  1. Clear Course Structure
    Struktur kursus dapat dibangun secara jelas secara bertahap, dan juga dapat diberikan aturan khusus. Contohnya adalah sebuah kursus harus melewati pembelajaran teori, dilanjutkan dengan menonton video, lalu diakhiri dengan melakukan ujian untuk menguji pemahaman murid.
  1. Modularity
    Dalam SCORM, materi kursus terdiri dari modul-modul yang berdiri sendiri. Modul-modul ini pun dapat digunakan pada kursus lain dalam LMS.

Untuk menjalankan SCORM, terdapat dua mekanisme, yaitu:

  1. Content Packaging
    Mekanisme ini terdiri dari materi ajar dan juga metadata yang mendefinisikan struktur konten. Simpelnya, hal-hal yang membentuk sebuah konten. Beberapa diantaranya adalah nama kursus, dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pembelajaran, dan lainnya.
  1. Run-Time Communication
    Hal ini merupakan mekanisme pertukaran data. Ketika konten LMS diakses, LMS tersebut dapat mengetahui nama murid yang mengakses, dan juga murid dapat mengetahui nilai setelah mengerjakan ujian kursus.

Penggunaan format SCORM pada konten pelatihan memungkinkan perusahaan untuk membuat materi yang lebih interaktif dan mudah diakses. Pembuatannya pun juga cepat dan bisa segera diimplementasikan. Hubungi kami sekarang dan dapatkan harga promosi untuk konten SCORM perusahaan Anda!

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments