Apakah User Generated Content Pilihan Terbaik untuk Bisnis Anda?

Pada halaman ini
Apa itu User Generated Content
User Generated Content (UGC) adalah content yang dibuat secara personal oleh client atau karyawan kantor dan dipublikasikan pada platform sosial media. Trend ini menjadi populer karena menampilkan informasi yang authentic dan mempunyai engagement yang tinggi. Dalam dunia kerja, hal tersebut beberapa kali diterapkan oleh para HR team yang kreatif dan out-of-the-box. Tentu pembuatan content yang berdasarkan user ini mempunyai biaya produksi yang relatif lebih rendah dan tidak terlalu mementingkan kualitas visual.
Kenapa beberapa perusahaan menggunakan UGC
Beberapa faktor yang dapat membuat perusahaan menggunakan strategi pembuatan content sendiri karena hal berikut ini:
- Ingin cepat meningkatkan kredibilitas dan originalitas content itu sendiri karena dibuat oleh karyawan dan untuk karyawan perusahaan
- Menghemat biaya produksi konten karena dibuat dengan alat sederhana dan tidak terlalu menarik dari sisi visual
- Karena dalam portal terbuka sehingga banyak sekali engagement dan feedback yang mengakibatkan cepat informasi menyebar (viral)
- Menciptakan banyak variasi konten karena dibuat tanpa proses approval atau Quality control yang ketat.
Pertimbangan perusahaan tidak menggunakan UGC
Khusus perusahaan ternama, mereka sangat berhati-hati dalam mempertimbangkan pembuatan konten sendiri yang dibuat oleh karyawan mereka. Alasan mereka mempertimbangkan keterlibatan pembuatan content dengan vendor antara lain adalah:
1. Kontrol Kualitas yang Lebih Baik
Dengan menggunakan vendor yang profesional, perusahaan dapat memastikan bahwa konten yang dihasilkan memiliki standar kualitas yang tinggi, baik dari segi visual, tata bahasa, maupun pesan yang ingin disampaikan. UGC sering kali tidak konsisten dalam hal kualitas, karena konten dihasilkan oleh banyak individu dengan berbagai tingkat keterampilan.
2. Kepatuhan terhadap Brand Guidelines
Vendor berpengalaman akan memahami pedoman Brand dan memastikan bahwa semua konten yang dibuat sesuai dengan identitas visual dan pesan perusahaan. UGC sering kali kurang terstruktur dan mungkin tidak selaras dengan brand voice, yang bisa merusak citra perusahaan jika tidak dikelola dengan baik.
3. Risiko Hak Cipta dan Hukum
UGC bisa menimbulkan masalah terkait hak cipta dan kepemilikan konten, terutama jika konten diambil dari pihak ketiga atau pengguna tidak memberikan hak penggunaan secara eksplisit kepada perusahaan. Dengan vendor profesional, risiko ini lebih kecil karena vendor memahami dan mematuhi aturan hukum terkait hak cipta dan lisensi.
4. Keterbatasan Penggunaan UGC untuk Tujuan Khusus
UGC sering kali bersifat organik dan spontan, sehingga mungkin tidak cocok untuk kebutuhan konten yang lebih spesifik, seperti kampanye iklan yang terstruktur atau video pelatihan formal. Vendor dapat menghasilkan konten yang lebih terarah, sesuai dengan tujuan bisnis, dan mengikuti skenario atau naskah yang telah disusun.
5. Kurangnya Konsistensi dan Pengelolaan Waktu
UGC tidak selalu tersedia sesuai kebutuhan atau dalam waktu yang tepat. Perusahaan yang memerlukan konten dalam waktu singkat dan dalam jumlah besar sering kali lebih mengandalkan vendor yang mampu memenuhi tenggat waktu dengan hasil yang konsisten. UGC bisa memakan waktu untuk dikumpulkan, diseleksi, dan disunting.
6. Privasi dan Reputasi
Menggunakan UGC bisa berisiko terkait privasi dan reputasi, terutama jika konten yang dihasilkan oleh pengguna tidak mencerminkan citra yang diinginkan perusahaan. Vendor profesional lebih terampil dalam menjaga reputasi perusahaan dengan menyaring dan memastikan konten yang diproduksi tidak menimbulkan kontroversi atau masalah reputasi.
Solusi Alternatif
Meskipun demikian, pembuatan UGC tetap sah dalam praktik pembuatan content, apalagi dengan keterbatasan waktu dan biaya. Ada beberapa cara khusus untuk menghindari point diatas yaitu dengan menggunakan Authoring tools. Penggunaan tools khusus dapat membantu penyeragaman brand guidelines, Risiko hak cipta dan hukum, kualitas yang lebih baik, privasi yang terjaga dan konsistensi pengerjaan.
Manfaat utama dari authoring tools adalah kemampuannya untuk menyederhanakan proses pembuatan konten, menghemat waktu, dan mengurangi ketergantungan pada vendor eksternal. Selain itu, banyak alat authoring yang dilengkapi dengan template dan fitur berbasis AI yang mempermudah pembuatan konten berkualitas tinggi. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk tetap menjaga kontrol atas kualitas konten sambil mengurangi biaya yang mungkin muncul dari outsourcing atau UGC yang kurang optimal.
Berikut adalah beberapa authoring tools terbaik yang bisa dipertimbangkan oleh perusahaan:
- Articulate 360 – Alat ini sangat populer dan digunakan untuk membuat konten eLearning yang interaktif dan responsif. Articulate 360 menawarkan fitur untuk menciptakan kuis, simulasi perangkat lunak, dan modul pelatihan berbasis video.
- Adobe Captivate – Adobe Captivate memungkinkan pembuatan konten eLearning berbasis HTML5, yang responsif dan dapat diakses dari berbagai perangkat. Alat ini juga menawarkan fitur untuk membuat simulasi perangkat lunak dan video interaktif.
- Elucidat – Dirancang untuk mempermudah tim besar dalam menghasilkan konten pelatihan berkualitas tinggi, Elucidat menyediakan template yang bisa disesuaikan dan fitur kolaborasi untuk tim.
- iSpring Suite – iSpring Suite mudah digunakan dan berbasis PowerPoint, sehingga sangat cocok untuk membuat presentasi pelatihan yang dinamis, kuis, dan video tutorial dengan cepat. iSpring Suite
Dengan mempertimbangkan authoring tools, perusahaan dapat meraih manfaat dari solusi DIY yang lebih cepat dan fleksibel, tanpa mengabaikan kualitas dan efektivitas konten. Ini bisa menjadi pilihan yang lebih efisien di antara outsourcing dan UGC, terutama dalam konteks kontrol biaya dan kualitas.
SUNEDU.ID menawarkan lisensi authoring tools Articulate 360 dan beberapa tools E-learning lainnya. Anda bisa mengunjungi website kami untuk mengetahui lebih lanjut dan menghubungi kami melalui WhatsApp jika ada pertanyaan tambahan.


